Lewati ke konten
← Kembali

Football

Bos LaLiga Samakan Real Madrid TV dengan Propaganda Nazi

Bos LaLiga Samakan Real Madrid TV dengan Propaganda Nazi

Bos LaLiga menuding Real Madrid TV memakai teknik propaganda seperti Goebbels dan menyebut sejumlah media sebagai corong klub ibu kota tersebut.

Bos LaLiga, Javier Tebas, mengkritik tajam Real Madrid TV dan sejumlah media yang dinilainya menjadi corong klub. Ia menyamakan metode yang dipakai Real Madrid TV dengan teknik propaganda Menteri Propaganda Nazi Jerman, Joseph Goebbels.

Pernyataan itu ia tujukan khusus kepada dua jurnalis, Tomás Gonzalez Martin dan Jesus Urdiola. Menurutnya, tulisan keduanya makin sulit dibedakan dari komunikasi resmi direksi Real Madrid. Kepada Tomás, ia menyebut yang bersangkutan telah menjadi juru bicara resmi klub, sampai memakai ungkapan yang identik dengan ucapan seorang eksekutif tinggi di Valdebebas.

Tebas menilai pemberitaan itu terlalu banyak mengacu pada "sumber klub" tanpa menjaga jarak dari kepentingan sumber tersebut. Ia menyinggung adanya eksekutif yang menelepon ruang redaksi untuk meminta pemecatan jurnalis dan menekan agar sejumlah eksekutif perusahaan disingkirkan. Menurut Tebas, orang yang mengucapkan ungkapan yang dikutip jurnalis dan orang yang melakukan tekanan tersebut adalah dua pribadi berbeda, dan praktik itu masih berlangsung hingga kini.

Dalam pandangannya, direksi Real Madrid memimpin orkestrasi para juru bicara, dengan Real Madrid TV sebagai pemegang suara utama. Partitur yang dimainkan selalu sama: memilih momen tertentu, mengulang rasa diperlakukan tidak adil, menumbuhkan kecurigaan, dan menunjuk pihak yang dianggap musuh.

"Ese metode recuerda a mecanismos de propaganda que explotó Goebbels, ministro de Propaganda de la Alemania nazi: repetición sistemática, construcción de un enemigo y subordinación de los hechos al relato," ujarnya.

Tebas menegaskan perbandingan itu hanya menyangkut teknik propaganda, bukan ideologi dan sama sekali bukan suporter Madrid. Ia mempertanyakan mengapa tidak ada analisis menyeluruh atas pertandingan setiap pekan, termasuk kemungkinan kesalahan yang merugikan klub lain atau yang menguntungkan Real Madrid. Jika kacamata yang sama dipakai untuk semua laga, menurutnya hasilnya bisa merusak skenario yang sudah disusun, yakni Real Madrid selalu tampil sebagai korban.

Ia menilai kecurigaan dianggap sudah terbukti dan kesimpulan ditulis sebelum pertandingan dimulai. Teknik serupa, katanya, kini diterapkan pada persoalan jadwal: hanya hal yang memperkuat rasa dirugikan yang disampaikan, sementara konteks yang bisa memverifikasinya disembunyikan.

Tebas meminta eksekutif yang memasok bahan kepada para juru bicara itu menjelaskan berapa banyak permintaan perubahan jam dan hari pertandingan yang diajukan Real Madrid serta berapa yang dipenuhi. Menurutnya, permintaan yang diterima juga harus dihitung, bukan hanya yang menguntungkan untuk membangun polemik. Ia juga meminta permintaan terkait kalender demi kelancaran acara yang diizinkan "super lisensi" di Santiago Bernabeu ikut disertakan.

Ia menyoroti sikap klub yang dinilainya sangat proaktif meminta kompetisi disesuaikan dengan kebutuhan mereka, tetapi lupa soal permintaan yang sudah dikabulkan. Neraca yang harus dipublikasikan, menurutnya, mencakup apa yang diminta, apa yang dikabulkan, dan apa yang tidak bisa dipenuhi beserta alasannya.

Tebas mengingatkan bahwa jadwal juga memengaruhi lawan, klub lain, penonton, dan komitmen audiovisual kompetisi. Permintaan tidak otomatis menjadi hak hanya karena datang dari Real Madrid, dan penolakan tidak lantas membuktikan adanya persekusi. LaLiga, katanya, membela kompetisinya.

Bagi Tebas, tidak masuk akal meminta penyesuaian hari, jam, dan kalender lalu menyajikan setiap ketidaksepakatan sebagai bukti bahwa LaLiga merugikan klub. Jika ingin membahas perlakuan yang diterima, seluruhnya harus diceritakan.

Ia lantas menyebut para juru bicara lain yang memperkuat pesan itu. Real Madrid TV menyediakan gambar, pihak lain memasang judul, dan semuanya mengulang tuduhan yang sama.

Sumber: Detik Sepakbola