Football
Caretaker PSIM Yogyakarta Pede Jelang Lawan Bhayangkara

Guntur Cahyo menilai fondasi PSIM Yogyakarta sudah kuat meski baru meraih satu poin dari lima laga. Laga kontra Bhayangkara jadi ujian pertamanya.
Pelatih sementara PSIM Yogyakarta, Guntur Cahyo, menyampaikan sinyal positif menjelang lanjutan Super League 2026/27 melawan Bhayangkara Presisi Lampung. Pertandingan di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Selasa (20/10/2026) akan menjadi laga pertama Guntur setelah manajemen mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel.
Guntur menerima tugas berat untuk membangkitkan PSIM yang baru mengumpulkan satu poin dari lima pertandingan awal musim ini, hasil dari satu kali imbang dan empat kali kalah. Meski begitu, ia yakin timnya memiliki potensi yang tinggal perlu diolah dengan cara yang tepat.
Menurut Guntur, fondasi yang ditinggalkan pelatih sebelumnya sudah cukup kokoh, baik dari sisi filosofi maupun gaya bermain. Ia mengakui masih ada beberapa aspek yang perlu dikembangkan, terutama karena kesempatan berlatih timnya terbatas setelah laga melawan PSM.
"Coach JP (Jean-Paul) meletakkan fondasi yang cukup kuat untuk tim ini. Sehingga secara filosofis, secara playing style, secara game style kita sebenarnya sudah mengarah ke sesuatu yang sangat secara fondasi kita kuat," kata Guntur, dikutip dari detikJogja.
Guntur menambahkan bahwa para pemain tetap fokus dan berkomitmen penuh untuk meraih poin pada pertandingan besok.
Guntur menilai Bhayangkara merupakan lawan tangguh. Meski baru menang sekali, tim asuhan Allano Lima Cs belum terkalahkan dalam lima pertandingan awal.
"Bhayangkara salah satu tim yang sangat kuat di Super League Indonesia. Saya pikir dia adalah salah satu kandidat besar di akhir musim nantinya. Itu yang kita sangat pahami, itu yang sangat kami sadari. Mereka punya banyak pemain bagus," ucap Guntur.
Sumber: Detik Sepakbola

