Lewati ke konten
← Kembali

Football

Malaysia Terbanyak di ASEAN soal Larangan Pendaftaran Pemain FIFA

Malaysia Terbanyak di ASEAN soal Larangan Pendaftaran Pemain FIFA

Malaysia memimpin kasus larangan pendaftaran pemain FIFA di Asia Tenggara dengan 33 kasus dari 11 klub. Indonesia di posisi kedua dengan 21 kasus dari enam klub.

Malaysia menjadi negara dengan kasus larangan pendaftaran pemain FIFA terbanyak di Asia Tenggara. Indonesia berada di peringkat kedua di kawasan itu.

Menurut laporan Harian Metro, ada 11 klub Malaysia yang dihukum FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain. Data tersebut terlihat di laman FIFA Registration Ban yang memantau sengketa keuangan, termasuk masalah gaji dan utang transfer antarklub.

Dari 11 klub itu tercatat total 33 kasus. Kelantan Red Warrior (KRW) FC menjadi klub dengan kasus terbanyak, yakni 9.

Berikutnya Kedah Darul Aman (KDA) FC dengan 6 kasus, Kelantan The Real Warriors (4), lalu Kelantan FC dan PDRM FC yang masing-masing 3 kasus. Perlis FA dan Gombak FC masing-masing 2 kasus, sedangkan Perak FC, Terengganu FC, dan Kuala Lumpur (KL) City tercatat satu kasus.

Indonesia di urutan kedua ASEAN dengan 21 kasus yang berasal dari enam klub: PSBS Biak, Kalteng Putra, Semen Padang, Sriwijaya FC, Persiba Balikpapan, dan Persiwa Wamena. PSBS Biak menyumbang paling banyak, 15 kasus, disusul Semen Padang dengan 2 kasus, dan sisanya terbagi rata.

Thailand mencatat 9 kasus, Filipina 6, Vietnam 2, dan Myanmar 1. Sementara Laos, Brunei, Timor Leste, Kamboja, dan Singapura tidak memiliki kasus.

Secara global, terdapat 1.250 kasus larangan pendaftaran pemain FIFA. Turki memimpin dengan 228 kasus, diikuti Libya (143), Yunani (58), China (47), Rumania (45), dan Bolivia (39).

Negara-negara besar sepak bola juga tidak luput. Brasil, pemilik lima trofi Piala Dunia, mencatat 21 kasus, disusul Argentina (17), Portugal (16), Belgia (9), Italia (9), Spanyol (5), dan Prancis (4).

Sumber: Detik Sepakbola