Motorsport
Marquez Akui Sengaja Tak Kejar Kemenangan di Sprint Race Malaysia

Marc Marquez mengaku memilih finis kedua di Sprint Race MotoGP Malaysia demi menghindari risiko tambahan di lintasan yang mulai basah.
Marc Marquez mengungkapkan bahwa hasil finis kedua di Sprint Race MotoGP Malaysia 2026 pada Sabtu (31/10) merupakan pilihan yang ia ambil dengan sadar. Pembalap Ducati itu menyebut keputusan tersebut diambil untuk menghindari risiko yang dinilainya terlalu besar.
Dengan finis di posisi kedua, Marquez mengumpulkan sembilan poin, sementara Pedro Acosta yang menjadi tercepat meraih 12 poin. Selisih tiga poin itu disebut Marquez sebagai hal yang tidak sepadan dengan risiko yang harus diambil.
"Kalah? Bukan. Karena saat ini kami memimpin [di klasemen pembalap]. Tapi benar bahwa di hari seperti ini dan memperjuangkan tiga poin tambahan itu terlalu berisiko," kata Marquez, dikutip dari Crash.
Pembalap berusia 33 tahun itu menjelaskan bahwa kondisi lintasan yang berubah membuatnya urung mencoba menyalip Acosta. Cuaca hujan menjadi pertimbangan utama bagi pemilik tujuh gelar juara MotoGP tersebut.
Menurut Marquez, ia sudah menyusun strategi sejak awal lomba ketika melihat tanda-tanda hujan. Ia memilih tidak memimpin balapan dan bertahan di belakang pemimpin.
Marquez menuturkan, ketika Sprint Race tersisa lima atau enam lap, hujan mulai turun di sektor kedua meski kondisi lintasan dinilai lebih baik di garis finis. Ia menilai kondisi di Malaysia bisa berubah dengan cepat dari satu lap ke lap berikutnya, termasuk kemungkinan lintasan mendadak basah.
Hasil tersebut membuat Marquez semakin kukuh di puncak klasemen pembalap dengan 374 poin. Peluangnya untuk kembali menjauh dari kejaran Jorge Martin terbuka pada sesi balapan MotoGP Malaysia 2026, Minggu (1/11), karena Martin batal turun akibat harus memulihkan cedera retak tulang pergelangan tangan kanannya.
Martin kini tertahan di posisi kedua dengan 355 poin dan masih perlu mengejar selisih angka yang semakin melebar dari Marquez.
Sumber: CNN Indonesia Olahraga

