Football
Pembuat Meme Mbappe soal Mao Zedong Buka Suara

Younes Khelifi, pembuat meme wajah Kylian Mbappe ditempel ke Mao Zedong sejak 2023, angkat bicara setelah candaan itu memicu kemarahan pemerintah China.
Meme yang menampilkan wajah Kylian Mbappe ditempel ke wajah Mao Zedong ternyata bukan buatan Mbappe sendiri. Pembuatnya, Younes Khelifi, mengaku pertama kali mengunggah gambar itu pada 2023, jauh sebelum penyerang Real Madrid itu menyinggungnya dalam sebuah siniar.
Khelifi memposting meme tersebut melalui akun X pribadinya, @frenchaicovers. Ia tidak menduga karyanya bisa menyebar ke luar negeri dan berujung menjadi persoalan diplomatik.
"Saya tidak menyangka hal ini akan meluas hingga ke luar negeri dan menciptakan insiden diplomatik. Ini sungguh gila," ujarnya seperti dikutip dari Detik Sepakbola.
Menurut Khelifi, selama tiga tahun tidak ada satu pun komentar di akunnya mengenai unggahan itu. Situasi berubah setelah Mbappe menyebut meme tersebut. Khelifi mengaku sempat berbincang dengan sejumlah warganet China dan semuanya berjalan baik. Ia menyebut ada sedikit sorotan, tetapi tidak sampai memicu kecaman terhadap dirinya.
Khelifi menegaskan tidak punya niat menyakiti siapa pun. Ia hanya membuat video jenaka. Ketertarikannya pada teknologi deepfake dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan konten lucu bertemu dengan idenya tentang Mbappe, sehingga lahirlah meme tersebut.
Ia menjelaskan, ketika itu Mbappe masih membela PSG dan tengah diterpa isu keretakan di ruang ganti. Salah satu kabar yang beredar menyebut Mbappe bersikap seperti diktator.
Mbappe sebelumnya mengaku kerap memakai gambar itu sebagai bahan candaan dengan rekan-rekannya. Pernyataannya dalam siniar The Bridge, seperti dilansir Marca, membuat pemerintah China geram. China bahkan sempat mengancam menghentikan penyiaran pertandingan LaLiga.
Menurut laporan Tribuna, Mbappe dan Real Madrid sudah menyampaikan permintaan maaf. Otoritas liga juga meminta maaf dan berjanji menjaga perilaku para pemain di dalam maupun di luar lapangan. Mbappe dilaporkan telah diputus kontrak oleh dua brand besar asal China.
Khelifi mengaku bersimpati kepada Mbappe. Menurutnya, konsekuensi yang ditanggung pemain itu tidak sepadan dengan kesalahpahaman yang terjadi.
"Saya merasa kasihan pada Mbappe," katanya.
Ia menilai berat melihat Mbappe harus menanggung beban seperti kehilangan sponsor hingga potensi audiens akibat satu kesalahan yang tidak disengaja.
Sumber: Detik Sepakbola

