Football
PSIM Tunjuk Risto Vidakovic untuk Keluar dari Zona Degradasi

PSIM Yogyakarta menunjuk Risto Vidakovic sebagai pelatih kepala baru untuk mengangkat tim dari zona degradasi Super League 2026/2027.
PSIM Yogyakarta menunjuk Risto Vidakovic sebagai pelatih kepala baru. Langkah ini diambil manajemen klub untuk membawa tim keluar dari zona degradasi Super League 2026/2027.
Penunjukan itu diumumkan Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, melalui keterangan resmi pada Sabtu (31/10). Risto akan didampingi asisten pelatih Edin Prljaca.
"Manajemen PSIM Jogja secara resmi memercayakan kursi pelatih kepala baru kepada Risto Vidakovic. Ia akan dibantu oleh asisten pelatih Edin Prljaca," kata Iksan.
Risto bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Pelatih asal Serbia itu sebelumnya menangani Borneo FC pada 2021 hingga 2022, lalu PSS Sleman pada 2023 sampai 2024.
Menurut Iksan, keputusan merekrut Risto didasari analisis taktis yang objektif dan rekam jejaknya yang sudah terbukti di Liga Indonesia. Ia menilai Risto memahami kultur, tekanan, serta gaya kompetisi di sepak bola nasional.
"Keputusan ini diambil berdasarkan analisis taktis objektif sekaligus rekam jejaknya sudah teruji di iklim sepak bola Indonesia. Ia memahami bagaimana kultur, tekanan, dan gaya kompetisi di sepak bola nasional," ujar Iksan.
Manajemen berharap ada perbaikan hasil di kasta tertinggi Liga Indonesia. PSIM tampil buruk pada awal Super League musim ini dengan belum sekali pun menang dalam tujuh laga terakhir.
Klub promosi itu hanya mengumpulkan dua hasil imbang dan lima kekalahan. PSIM kini berada di peringkat ke-17 atau zona degradasi dengan dua poin.
Iksan menegaskan tuntutan manajemen kepada jajaran pelatih baru: bekerja keras, menyatukan visi dengan seluruh pemain, dan mengembalikan konsistensi kemenangan PSIM Jogja sesuai target yang disepakati.
PSIM optimistis kehadiran Risto membawa perubahan, dengan rekam jejak dan pengetahuannya soal iklim sepak bola Indonesia sebagai acuan. Menurut Iksan, chemistry dan pemahaman sistem kerja yang sudah terbangun antara Risto dan Edin Prljaca diharapkan memangkas waktu adaptasi, sehingga filosofi permainan tim bisa langsung diterapkan dalam pertandingan.
Sumber: CNN Indonesia Olahraga

