Lewati ke konten
← Kembali

Football

PSIM Yogyakarta Pecat Van Gastel Usai Tanpa Kemenangan

PSIM Yogyakarta Pecat Van Gastel Usai Tanpa Kemenangan

Manajemen PSIM Yogyakarta mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Jean Paul van Gastel setelah tim tanpa kemenangan dalam lima laga awal Super League.

PSIM Yogyakarta resmi memutus kerja sama dengan pelatih kepala Jean Paul van Gastel. Keputusan itu disampaikan Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, di Balai Kota Yogyakarta pada Sabtu (17/10/2026) sore.

Menurut Yuliana, pemecatan van Gastel diambil setelah melalui pertimbangan yang matang. "Tugas saya sebagai direktur utama adalah pastinya memastikan keamanan dan keberlangsungan PSIM ke depannya, oleh sebab itu saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan Coach JP (van Gastel)," ujarnya.

Sebagai langkah sementara, manajemen menunjuk asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker sampai pengganti van Gastel ditemukan.

Manajemen juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter karena belum mampu menghadirkan performa terbaik PSIM. Yuliana berharap keputusan ini mendapat dukungan dari Brajamusti dan Maident, serta membawa suasana lebih baik di ruang ganti maupun saat tim berlaga. "Saya harap keputusan dari manajemen ini bisa didukung dengan baik oleh suporter, baik Brajamusti dan Maident dan keputusan ini bisa membawa suasana baik itu di locker room maupun ketika berkompetisi selama 90 menit akan menghasilkan hasil yang jauh lebih baik daripada sekarang," katanya.

Pemecatan ini tidak lepas dari hasil buruk PSIM pada lima pekan pertama Super League 2026/2027. Laskar Mataram belum meraih satu pun kemenangan sejak kompetisi musim ini dimulai. Dalam lima pertandingan pertama, PSIM hanya mencatat satu hasil imbang pada laga pembuka dan menelan empat kekalahan beruntun. Rentetan hasil negatif itu membuat PSIM berada di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi satu poin.

Van Gastel pertama kali ditunjuk sebagai pelatih kepala PSIM pada awal Super League 2025/2026. Bersama mantan pelatih NAC Breda itu, PSIM yang berstatus tim promosi sempat tampil menjanjikan pada awal musim dan finis di peringkat ke-11. Catatan itu tidak mampu dipertahankan pada musim ini.

Sumber: CNN Indonesia Olahraga