Lewati ke konten
← Kembali

Football

Shafira Ika Tantang Kompetisi Ketat di Liga Putri Indonesia

Shafira Ika Tantang Kompetisi Ketat di Liga Putri Indonesia

Shafira Ika menilai persebaran pemain Timnas Putri Indonesia yang merata membuat Liga Putri Indonesia 2026/2027 lebih kompetitif.

Kapten Dewa United Women, Shafira Ika, menyambut tantangan baru di Liga Putri Indonesia atau Indonesia Womens League karena pemain Timnas Putri Indonesia tersebar merata di antara klub peserta. Kompetisi ini kembali digelar setelah tujuh tahun berhenti.

Shafira, yang juga menjabat kapten Timnas Putri Indonesia, menilai kekuatan klub-klub peserta sebanding. Pemain berusia 23 tahun itu menyebut persiapan menuju liga sempat terpotong agenda tim nasional, tetapi kemampuan peserta menurutnya cukup merata.

"Karena penyebaran pemain Timnas Indonesia merata [di antara klub peserta], jadi saya melihat ini sebagai hal positif karena setiap tim punya kemampuan merata. Jadi meski persiapan jelang liga sempat terpotong agenda Timnas, kemampuan peserta saya bilang cukup merata," kata Ika di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10).

Pelatih Bekasi City, Rudy Eka Priyambada, menyoroti hal serupa. Ia menyambut baik persebaran pemain Timnas Putri Indonesia di Indonesia Womens League.

Rudy menilai asumsi setiap orang soal perkembangan ini bisa berbeda-beda. Sejumlah pemain asuhannya juga memperkuat tim nasional, begitu pula di Persija dan Dewa United.

"Namun, beberapa pemain saya juga ada di timnas. Di Persijaada pemain saya, begitu juga di Dewa United. Saya pikir, sebaran pemain Timnas sebenarnya sudah cukup baik," ucap Rudy menambahkan.

Liga Putri Indonesia 2026/2027 diikuti enam klub, yakni Persija Jakarta, Persikad Depok, FC Bekasi City, Persita Tangerang, Dewa United, dan Garudayaksa. Setiap peserta diwajibkan diperkuat minimal satu pemain berlabel Timnas Indonesia.

Dewa United Women mengawali kompetisi dengan kemenangan 1-0 atas Persikad Depok di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10). Pelatih Dewa United Women, Dicky Firasat, tetap ingin mengevaluasi performa tim, terutama dari sisi adaptasi pemain.

"Para pemain perlu beradaptasi di cuaca, terutama untuk pemain asing karena mereka masih bilang kepanasan," ujar Dicky.

Dicky juga berharap Liga Putri Indonesia menjadi tempat menempa talenta unggul untuk Timnas Putri Indonesia. Menurutnya, tim nasional membutuhkan kompetisi resmi sebagai wadah mengasah kemampuan para pemain.

"Banyak potensi sepak bola wanita yang butuh wadah dan kompetisi adalah wadah itu. Semoga turnamen bisa berkembang lebih baik dan bisa menghasilkan pemain untuk Timnas Indonesia," ucapnya.

Sumber: CNN Indonesia Olahraga