Football
Shin Tae Yong Minta Pelaku Penyerangan Bus Persib U-18 Ditindak Tegas

Shin Tae Yong meminta aparat menindak tegas pelaku penyerangan bus Persib U-18 dan bus suporter Persija. Ia menilai sanksi pengurangan poin tidak relevan.
Pelatih Persija Jakarta Shin Tae Yong mendesak aparat penegak hukum menindak tegas pelaku penyerangan bus rombongan tim Persib U-18 dan bus suporter Persija yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, aksi oknum suporter itu merupakan tindak pidana yang menjadi tanggung jawab individu pelakunya.
Pernyataan itu disampaikan Shin Tae Yong di Persija Training Ground, Depok, Kamis (15/10), menanggapi dua insiden yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan. Ia menegaskan tidak tepat apabila tanggung jawab pidana dibebankan kepada klub melalui sanksi pengurangan poin.
"Sejujurnya, menurut saya hal-hal seperti itu seratus persen tidak boleh terjadi sama sekali. Jika ada kejadian seperti itu, pihak klub tentu harus bersikap tegas kepada para suporter," ujar Shin Tae Yong.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menambahkan bahwa pihak kepolisian dan aparat penegak hukum harus memberikan sanksi yang sangat keras kepada para pelaku agar peristiwa serupa tidak terulang.
Shin juga menyoroti keterbatasan manajemen klub dalam mengawasi perilaku pendukung di luar area pertandingan maupun area publik. Menurutnya, insiden tersebut berada di luar pengawasan Persija.
Terkait desakan sanksi pengurangan poin bagi Persija di Super League, pelatih berusia 55 tahun itu menilai tuntutan tersebut tidak relevan dengan ranah hukum pidana individu. Klub, katanya, hanya bisa memikul tanggung jawab yang memang berada dalam kendalinya, karena tidak mungkin mengontrol segala hal hingga ke luar pertandingan.
Shin mempertanyakan bagaimana manajemen klub dapat mengawasi insiden yang terjadi di tempat seperti rest area, dan menilai tidak masuk akal bila staf klub harus mengikuti suporter ke mana-mana untuk mencegahnya.
Menjelang laga tandang melawan Persita Tangerang akhir pekan ini, Shin Tae Yong mengimbau Jakmania menghentikan fanatisme sempit yang hanya memicu gesekan di luar lapangan dan merugikan Persija.
"Daripada datang dengan fanatisme yang memicu keributan, jauh lebih penting untuk datang, mendukung dengan sportif, dan menikmati pertandingan."
Ia meminta suporter tidak membuat masalah, karena hal itu akan sangat merugikan tim dan para pemain.
Sumber: CNN Indonesia Olahraga

